<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Honda ngomong &#8220;IRIT&#8221; (LAGI?)</title>
	<atom:link href="http://marketersoktau.wordpress.com/2008/09/22/honda-ngomong-irit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://marketersoktau.wordpress.com/2008/09/22/honda-ngomong-irit/</link>
	<description>Lah? Ngapain visit blog saya? Wong, Saya cuma SOK TAU kok...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Feb 2009 14:19:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: marketersoktau</title>
		<link>http://marketersoktau.wordpress.com/2008/09/22/honda-ngomong-irit/#comment-17</link>
		<dc:creator>marketersoktau</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 19:14:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://marketersoktau.wordpress.com/?p=400#comment-17</guid>
		<description>Hai, salam kenal juga mas Ivan.

Persepsi &quot;IRIT&quot; nya Honda ini ternyata tidak mengakar di Indonesia.Dengan bukti beberapa riset yg memang diadakan oleh para pemain motor, brand elemen &quot;IRIT&quot; itu bukan hanya milik Honda, tapi juga milik brand motor lainnya.

Masyarakat tidak bisa disalahkan juga karena memang salah satu penyebab commoditization keunggulan &quot;IRIT&quot; itu TIDAK secara konsisten digaungkan oleh Honda.

Kalau secara teknologi memang Honda lebih &quot;IRIT&quot;, artinya Honda harus melakukan Re-edukasi di masyarakat dengan bukti pendukung serta testimonial pengalaman2 org2.

Komunikasi secara massal bukanlah pilihan bijaksana, karena pasti akan menuai counter attack dari Yamaha atau brand lainnya. Pada akhirnya kembali terjadi kebingungan dan masyarakat merasa &quot;IRIT&quot; itu relatif lagi.

Yang paling tepat dilakukan adalah dengan memanfaatkan: KOMUNITAS pencinta HONDA di Indonesia sebagai Brand Ambassador, serta para pengguna motor yang rutin dan memang membutuhkan pengiritan, misalnya komunitas Ojek Motor ataupun para pelajar dan pekerja outdoor/lapangan seperti Salesman misalnya. Baru kemudian komunikasi secara massal kepada masyarakat luas.

Mudah2an saya tidak Sok Tau.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai, salam kenal juga mas Ivan.</p>
<p>Persepsi &#8220;IRIT&#8221; nya Honda ini ternyata tidak mengakar di Indonesia.Dengan bukti beberapa riset yg memang diadakan oleh para pemain motor, brand elemen &#8220;IRIT&#8221; itu bukan hanya milik Honda, tapi juga milik brand motor lainnya.</p>
<p>Masyarakat tidak bisa disalahkan juga karena memang salah satu penyebab commoditization keunggulan &#8220;IRIT&#8221; itu TIDAK secara konsisten digaungkan oleh Honda.</p>
<p>Kalau secara teknologi memang Honda lebih &#8220;IRIT&#8221;, artinya Honda harus melakukan Re-edukasi di masyarakat dengan bukti pendukung serta testimonial pengalaman2 org2.</p>
<p>Komunikasi secara massal bukanlah pilihan bijaksana, karena pasti akan menuai counter attack dari Yamaha atau brand lainnya. Pada akhirnya kembali terjadi kebingungan dan masyarakat merasa &#8220;IRIT&#8221; itu relatif lagi.</p>
<p>Yang paling tepat dilakukan adalah dengan memanfaatkan: KOMUNITAS pencinta HONDA di Indonesia sebagai Brand Ambassador, serta para pengguna motor yang rutin dan memang membutuhkan pengiritan, misalnya komunitas Ojek Motor ataupun para pelajar dan pekerja outdoor/lapangan seperti Salesman misalnya. Baru kemudian komunikasi secara massal kepada masyarakat luas.</p>
<p>Mudah2an saya tidak Sok Tau.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tunercircle</title>
		<link>http://marketersoktau.wordpress.com/2008/09/22/honda-ngomong-irit/#comment-16</link>
		<dc:creator>tunercircle</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 14:21:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://marketersoktau.wordpress.com/?p=400#comment-16</guid>
		<description>Menurutku, keduanya tidak salah, tergantung keinginan kedua perusahaan mau menempatkan produknya sebagai apa. Kalo memang mau membuat produknya berkesan modern, agar pembeli kesannya pamornya naik, ya Honda sudah bener. Kalo tujuannya untuk menunjukan kesan ama, maka Yamaha juga udah bener.

IRIT nya Honda tidak hanya di Indonesia, di Amerika sini juga koq. Apalagi dengan harga BBM yang semakin naik, jadinya HISTORY &amp; REPUTASI bisa digunakan untuk kampanye, tinggal diolah ulang. Untuk memperkuat citra, IYA. Tapi bukan untuk menaruh persepsi baru.

Salam kenal,

Ivan - www.NavinoT.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurutku, keduanya tidak salah, tergantung keinginan kedua perusahaan mau menempatkan produknya sebagai apa. Kalo memang mau membuat produknya berkesan modern, agar pembeli kesannya pamornya naik, ya Honda sudah bener. Kalo tujuannya untuk menunjukan kesan ama, maka Yamaha juga udah bener.</p>
<p>IRIT nya Honda tidak hanya di Indonesia, di Amerika sini juga koq. Apalagi dengan harga BBM yang semakin naik, jadinya HISTORY &amp; REPUTASI bisa digunakan untuk kampanye, tinggal diolah ulang. Untuk memperkuat citra, IYA. Tapi bukan untuk menaruh persepsi baru.</p>
<p>Salam kenal,</p>
<p>Ivan &#8211; <a href="http://www.NavinoT.com" rel="nofollow">http://www.NavinoT.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
