Capee deh…Price War

Cape ya ngeliatin price war di industri telcom kita?

Si CDMA pengen keluar dari pakem “second number”. Si GSM pengen berontak dari tuduhan “more expensive”. CDMA sekarang juga mulai masuk ke “bundle handset war”. Harga murah plus handset keren. Berwarna, bisa kamera, bisa musik, dsbnya.

Banyak konsultan ude jualan “How to avoid Price Car Trap”, tapi tetep aje…

Hm…jangan-jangan semua sudah aware tapi demi bakul nasi per bulan (alias jangka pendek), price war strategy masih digunakan. Hehehe kayak di industri lain aje, siapa yang ga pernah ngasi program diskon untuk Trade atau gimmick dan diskon buat consumer/user? Hayoooo….

Jadi, mari kita ber-positif thinking. Temen-teman industri telcom belum berhenti ngeramu masakan di dapur mrka kok..price war cuma demi bakul nasi per bulan. Ga cukup kalo ga duit bulanan. Hehehe…

________________________________________________________________________________________________

Prediksi SOK TAU saya nih, di masa depan:

Yang pertama:

Para provider GSM/CDMA skak mat provider lain lewat program korporat dan komunitas.

 

Dulu di perusahaan saya yang lama, kita dikasi lo nomor sendiri. 1 provider GSM.

Sayangnya sekarang program ini sudah melempem ya. Caroline-nya selingkuh!

Aneh sih, ga ada spesial treatment untuk program korporat ini. Misalnya, kalo 1 nomor GSM ya harganya lebih murah dong, atau ada fasilitas TeleConference, Chatting, Email, atau program-program diskon ini itu.

 

Hahaha…kalo program korporat sih uda ada, tapi yang komunitas belum nih. Di film “Legally Blonde 2″ saya dapat inspirasi ini. Program khusus untuk komunitas. Dulu CDMA kita pernah bermain di program ini, daftarkan nomor-nomor teman kamu dan dapat program khusus/sms gratis/telpon tarif murah. Tapi kembali melempem!!!

 

Payah ga serius semua sih. Coba leverage dunk.

_____________________________________________________________________________________________

Yang kedua,

Jangan-jangan bisa sperti di Filipin.

Belum seperti di Filipin sih. Handphone handset bisa di-sewa dengan pembayaran bulanan/tahunan. Mulai dari model paling jelek hingga model paling bagus. Skak mat! SIM Card provider lain ga bisa masuk.

 

Jangan-jangan kayak gini sistemnya. Consumer tidak usa bayar sama sekali buat handset dan nomor. Gratis!

Yang bayar siapa? Permission Advertisers. Bisa dari brand si handset sendiri. Bisa dari MT channel seperti Carrefour, Giant, atau Hypermart. Bisa dari pusat perbelanjaan. Bisa dari travel airline (AirAsia misalnya). Bisa dari siapapun.

Consumer tidak usa bayar asalkan mereka memperbolehkan semua Advertisers itu ngirim iklan/sms ataupun MMS ke nomor mereka. Mereka tidak boleh marah! Tidak boleh menuntut, dsbnya. Mereka tapi boleh milih mo dapet berita/iklan dari siapa aja.

Target market nya siapa?

Ya yang pasti mereka-mereka yang tidak keberatan punya nomor baru ya. Mereka-mereka yang tidak terlalu sibuk.

________________________________________________________________________________________________

MST

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar

You must be logged in to post a comment.