Strategi Selling Property buat investasi (2)

Mau tau cara approach-nya?

Pelan-pelan mas…belum dalem kenalin orangnya.

Tipe Investor

Profile

Investor Perorangan –

High Profile

-     Orangnya trendy – bahkan trend setter; si Queen Bee ataupun Center of Attention, padahal dia ga ngerti.

-     Biasanya orangnya punya value hidup yang modern.

-     Tujuan investasi-nya lebih berjangka masa depan jauh sekali – dibandingkan si low profile.

Investor Perorangan –

Low Profile

-     Orangnya sederhana dari cara berpakaian dan sosialisasi.

-     Biasanya orangnya punya value hidup yang semi modern bahkan tradisional

 

Saya mengacungkan jempol kepada strategi pemasaran LEXUS Indonesia kepada High Profile community.

Cek link ini: http://mix.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=61&Itemid=116

Ada pelajaran yang menakjubkan: para Associate (salesman) bukan cuma diajarkan teknik menjual ataupun product knowledge, tapi dikasi kesempatan mengecap hidup ala orang-orang superkaya. “Become them!” à sehingga paham karakter dan cara approach orang-orang superkaya tsb.

 

Saya suka sebel dengan para Sales Promoter dari produk investasi atau gaya hidup apapun. Payah! Menjual barang tapi ga paham target pembelinya.

 

Pertama, mrka menjual produk mewah, tapi cara mereka berpakaian acak kadut. Ga usa mewah deh, tapi cenderung kuno/out of date. Lebih parah lagi, BAU BADAN. Sbeeeelnya minta ampun.

Kedua, ngomongan mereka dan approach mereka

-       Pengennya kan emang uda SELLING without SELLING ala LEXUS, tapi masalahnya yang related ke product aje ga bisa jawab :

o   Aduh menjual produk investasi kok cuma punya kosa kata dikit sih “bagus lho Pak. Lokasi strategis. Di sini mo dibangun ini, mo dibangun itu. Bahan bangunannya dari batu ini batu itu.” à wei, pengetahuannya cetek bener. Ini mah pengetahuan dasar. Mesti dimiliki semua salesman property. Ga ada nilai tambahnya.

o   Hayo, tau ga kenapa mesti investasi di Indo ? Kenapa ga di Cina ? Kenapa ga di Singapore ? Kenapa ga di Vietnam ? Berapa rata-rata incremental harga investasi tanah/bangunan di sana ? Gimana cara investasi di sana à gampang atau susah ? Orang asing boleh beli ga ?

-       Paling parah adalah nyebut-nyebut harga segala lagi. Wong ini jualan buat kelas atas. Harga mah ga masalah. Menyinggung malah nyebut-nyebut harga mahal.

-       Terakhir, aduh…ngomongnya lama, bertele-tele, bikin pusing aje deh. Menggurui pula. Ah….bikin kesel orang aje. Ini orang High Profile, kaya pula.

 

 

Coba kalo diaplikasikan dari learning LEXUS untuk si High Profile.

-       Dia tahu kalo si calon «x » ini gila Fengshui. Dia bisa nyambung tuh sama pembeli. Kalo ngomong soal interior, dia tahu gaya interior anu, interior itu efeknya terhadap Fengshui ini itu.

-       Dia juga tahu kalo si Istri itu sebenernya yg decision maker dalam family. Si suami mah nunduk sama istri. Nah, si Associate tau merek-merek tas yang keren-keren. Si Istri berasa seneng deh.

-       Ceritanya janji ketemuan di restoran nih. Mewah ala Eropa. Aduh…mas, tau ga sih cara menggunakan pisau? Jangan kampungan dunk. Wine boleh ya minum dikit-dikit gitu lho. Makan sama orang Chinese jangan berisik gitu dong…tau table manner setiap negara ga sih ?

 

Saya juga punya cerita dari salah satu perusahaan furniture dan interior design materials

Satu saat saya diceritain teman.

Di perusahaan itu, ternyata setiap sales promo ngerti betul karakter dari pembelinya  yang high-profile. Hehehe ada yang high-profile Queen Bee dan follower. Nah si Queen Bee ini biasanya selalu pengennya nomor 1 kalo memiliki barang apapun. Begitu dia punya, dia akan nunjukkin ke genk-nya. Sementara si follower bisa ditendang dari genk-nya, kalo ga punya apa yang si Queen Bee ataupun member genk lainnya punya.

Apa yang dilakukan si sales promo: komporin Queen Bee. Hehehe…bilang aje kalo si anu sudah punya lho tipe barang ini. Hehehe…pasti panas tuh dia. Atau kasi tau si Follower, eh si anu temen mu ude beli lho.

 

Suatu saat saya dan team pernah interview SES A+ pemilik rumah mewah/apartemen mewah untuk studi project kita. Ini baru interview ya. Pemilik rumah tersebut yang kebetulan adalah papa teman saya keselnya minta ampun. Dia bilang gini ke saya. “Temanmu itu gimana sih? Topik ini ga tau, topik itu ga nyambung, tapi mo ngobrol/interview. Kampungan amat sih. Interview jadi lama. Buang waktu deh”.



 mst

1 Komentar

  1. investor kelas atas tidak ada masalah dengan harga, mereka lebih peduli dengan nilai tambah.


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar

You must be logged in to post a comment.