Salam SOK TAU semua,
Beberapa lalu saya coba posting pertanyaan seperti berikut ini di http://finance.groups.yahoo.com/group/marketing-club/
Kegiatan aktivasi brand di Indonesia itu termasuk yang paling frequent dan yang paling advanced ya di ASEAN. Ga tau nih dibandingkan dengan Filipina, siapa yang lebih frequent and advanced.
Namanya juga event…event itu untuk sebuah komunitas, event itu untuk membangun sebuah brand ataupun untuk selling kepada satu komunitas, event itu justru mengambil sebuah puzzle kecil dari kehidupan sebuah komunitas dan me-leveragenya, dan event itu ada manfaatnya bagi si pengguna. Dan harapan si brand penyelenggara adalah event tsb menjadi buzzing saat dilakukan dan after dilakukan, serta dinanti-nanti lagi lain waktu.
1) Anda adalah sebuah brand kartu GSM besar
2) Event dilakukan di 2nd cities, bukan main cities, di Jawa (Malang)
3) Lagi hot kasus pembunuhan homoseksual yang juga mengangkat isu mengenai acceptance terhadap teman-teman yang mencintai sesamanya
4) Lagi hot kasus perdebatan wakil kita berbikini di pemilihan Miss Universe
Gimana bila ada event seperti ini: Games tantangan kepada para peserta pria untuk berani berciuman antar sesama pria.
Ada 2 jenis tantangan :
1.Tantangan bersentuhan ujung bibir dengan ujung bibir (sesama pria)berhadiah uang tunai senilai Rp. 5000,-
2.Tantangan saling mengulum bibir dengan bibir antar sesama pria selama 3 menit berhadiah @ Rp. 20.000,-
Firman Fajar:
Saya agak ragu masyarakat akan OK dengan ide ini. Bisa bisa publikasi yang didapatkan justru publikasi negatif, bahkan ada ormas ormas tertentu yang protes keras. Buat mayoritas masyarakat umum yang heterosexual, pasti ngerasa geli. Btw, jangan jangan ini jadi ajang “confession” dari kaum homosexual.
Sekarang kita lihat dari sisi publikasi / promosi.
Well…. emang dapet publikasi sih…. tapi publikasi yang bersifat kontroversi apa ngga justru jadi bumerang buat produk yang diiklankan ? “Kartu JOKER, kartunya pecinta sesama jenis”. —> aneh bin ajaib…
Coba deh hitung, kira kira berapa banyak subscriber yang langsung unsubscribe begitu produk GSMnya diasosiasikan sebagai produk bagi kaum marginal tersebut.
Haris Pranata Wijaya
Hasil dari event ini (menurut saya, antara lain): – word of mouth & talk of the town = YES, sedangkan brand association = GSM tsb untuk gay!
Marthins:
Tujuan dari event dibawah adalah menjadikan sesuatu menjadi “Famous”.Famous itu ada dua type :
1. REAL FAMOUS – Terkenal untuk disukai
2. NOTORIOUS FAMOUS – Terkenal untuk tidak disukai
Thx semuanya,
hehehe…gimana kalo saya katakan, event itu adalah real, sudah dilakukan oleh GSM PROVIDER kita yang ikutan nimbrung dengan event “Ngomong Sak Karepmu” dalam event A Mild Live Soundrenalin 2008 “Free Your Voice” di Lapangan Rampal Malang tgl 3 Agustus lalu.
Ada komentarnya teman-teman marketer?FYI, bukan saya lho yg konseptor, bukan saya EO-nya, bukan saya BM nya, bukan saya ads & promo nya, saya hanya orang SOK TAU yang SOK ngebahas.

1 Komentar

Bang Han,
Personally, ini sama dengan pelecehan. Again ini personally ya bang. Karena ukuran pelecehan buat tiap orang berbeda. Lihat saja Fear Factor, orang disuruh makan kecoa aja mau demi uang. atau makan keju penuh dengan ulat-ulat..
Secara Brand, saya kurang tau apa dipemikiran mereka? anehnya publisitas atas kasus ini sangat kecil dan minim sekali. Apa karena koran-koran takut ga dapat iklan gara-gara publish ini?
atau memang secara kultur masyarakat disana permisif dengan kegiatan ini?
Brand itu punya personality.. Personality sebagai Gay? or Lesbi? hmmm i dont think so..
You are the expert bang.. your comment more deeper dan me..