Salam sok tau,
menarik sekali memperhatikan para pencinta iPhone. Mereka telah menjalankan fungsi dengan baik sebagai Brand Evangelist-iPhone.
Tgl 11 Juli, 4 hari dari sekarang adalah hari peluncuran iPhone 3G.
Antrian justru telah dimulai sekarang.
Cek out:
iphone-3g-orangtua-antre-bawa-bayi. http://news.cnet.com/8301-10784_3-9984197-7.html. http://www.geardiary.com/2008/07/04/let-freedom-ring-iphone-3g-style/

Bahkan ada yg membuat website: www.waitingforapples.com, walaupun ga bagus ya website-nya.
Brand Evangelist memang brand loyalist yang paling sangat efektif dalam ber”iklan”. Ada Informal Community/Social Community of Brand Evangelist yang hanya mempengaruhi orang-orang di sekitarnya, Ada Brand Evangelist yang bahkan mempengaruhi publik (Formal Community/Public Community of Brand Evangelist)
Brand Evangelist yang “pendiam” seperti kasus BCA.
Tanpa disadari, hingga saat ini masih banyak yang menjadi Social Community of Brand Evangelist. Mulai dari rekening BCA yang menjadi salah satu minimum syarat transaksi. Bahkan, di Glodok, ManggaDua, dan pusat2 elektronik lainnya, rekening BCA ini menjadi satu keharusan. Kemudian, kartu kredit BCA (Batman dan serial cartoon) untuk menonton diskon 50%.
Community iPhone ini sudah dikategorikan sebagai Public Community dari Brand Evangelist.
Apa sih yang sebenernya di”offer” oleh Apple dan di”sebarkan” oleh Brand Evangelist ini?
Brand Personality!
Brand Personality dari sebuah iPhone menjajah dunia, bahkan sebelum brand tersebut launching resmi di negara ybs. Mungkin bisa dikatakan iPhone adalah sebuah brand fenomenal yang even belum dilaunching pun sudah dijual secara ilegal.
Semua yang menggunakan iPhone seakan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka orang-orang yg dinamis, trendy, modern, aktif, dan pencinta kehidupan, atau dengan bahasa gaulnya, orang yang asik.
Sebuah usaha yang hebat.
Kilas balik sebentar…
Brand personality Apple tidaklah sama dengan sebelumnya.
Dahulu Apple dikenal hanya untuk kalangan terbatas. Designer…
Liat laptop Apple sekarang.
Apa yang masuk ke dalam image kita? Dinamis, unik, kreatif, easy-going, dsbnya. Citra Apple ini pun mengangkat citra dari para Designer. Semula mereka dianggap orang-orang yang kreatif, seenaknya, susah diatur, susah dimengerti. Sekarang justru image nya serupa dengan image Apple yang digunakannya.
Hebat!
Saya kurang mengerti sejarah -> yang mana yang lebih dulu, laptop Apple atau iPod yang mengubah citra dari Apple ini, tetapi yang jelas iPod lah yang saya rasa sangat berjasa mengubah citra Apple secara keseluruhan.
iPod diluncurkan justru untuk mengcover (bukan menghilangkan) salah satu karakter dari Apple laptop. NARSIS dan hidup di dunianya sendiri. Dengan adanya iPod, para narsis-narsis ini bisa bertukar lagu-lagu, walaupun ujung2nya tetap saja hidup di dunianya sendiri. Bukan iPhone kan yang pertama meluncurkan feature pemutar musik di handphone? Kenapa bisa se-fenomenal ini sebuah iPhone?
Kuncinya adalah karena iPod. iPod masih merupakan alasan utama kesuksesan sebuah iPhone secara product feature. Dan kita liat secara emotional, brand personality-nya juga yang di balik semua itu.
Hebat ya sebuah brand extension mengubah citra dari Umbrella Brand-nya, bahkan menjadi fondasi dari brand extension lainnya!
Uniknya lagi, so far saya melihat Brand Personality dalam pengertian dan konteks asli tidaklah berubah!
Unik, Dare to be Different, dan Easy going dalam konteks Amerika tempat lahir Apple, iPod, iPhone punya pengertian yang sama di manapun.
Kita liat contoh lain seperti Harley Davidson. Secara umum, image dari seorang pengendara Harley Davidson adalah macho, keras, dan powerful. Tetapi, ini adalah justru efek negatifnya. Pengendara Harley Davidson dalam banyak news dan bahkan juga dalam konteks aslinya begitu ditakuti banyak orang. Belum pernah ada sebuah pengguna Brand yang sebisa mungkin dihindari. Koboi modern bermotor gede!
Harley sudah menyadari hal ini dan meluncurkan sebuah brand extension VRod yang lebih mengarah kepada orang-orang awam kebanyakan.
Penggunanya tidak bertubuh kekar dan kasar. Justru berpendidikan, “ceking”, dan santun. Dengan kata lain, Harley berusaha membantu mengubah citra orang-orang ini menjadi “macho”. Ada juga sih yang bilang dengan istilah “BORN TO BE MILD” (but pengen macho, hahahaha…)
Berhasil? Ada segmen-nya. Sebuah segmen yang tidak sama dengan yang ditawarkan moge sport Honda, Ducati, dsbnya. Orang-orang “mild” yang justru berasa tampil keren dengan tongkrongan sporty dan bisa ngebut dengan nyaman. Kebanyakan, orang tetap memilih Harley Davidson klasik. Untuk bisa masuk ke negara lain, tentunya tidak bisa menggunakan brand personality ataupun association yang sama ya. Apakah VRod yang dicari? Tidak! Yang dibeli adalah yang klasik. Walaupun begitu, tetap saja diluncurkan banyak versi untuk si pengguna mild ini.
Hebat kan strategi dari brand-personality iPhone?
Musik adalah suatu bagian dari kehidupan siapa saja. iPod mengemasnya lebih berhasil dari Napster yang berbasis komputer dan akhirnya “tutup” digugat para pemain musik dunia (CMIIW ya).
hm…jangan lupa dengan Steve Jobs.
Apple, iPod, dan iPhone tidak bisa tidak, harus dianalisa juga dari personality dari perancangnya. Di balik setiap brand ada personality perancang brand tersebut.
Ngalor dikit ya…
Sekarang ini kalo kita perhatikan banyak perusahaan multinasional.
Mereka tidak lagi hanya menganalisa strategi selanjutnya dari brand kompetitor.
Mereka justru mengumpulkan semua informasi mengenai orang-orang di belakang brand tsb. Mulai dari brand manager-nya, group brand manager-nya, sampai dengan direktur marketing-nya bahkan CEO nya.
Lho ngapain? Yup! Justru berdasarkan analisa psikografis inilah, mereka bisa menebak kira-kira (secara umum) ya, gimana strategi si brand selanjutnya.
Analisa tsb menambah analisa strategi bisnis dan marketing yang biasanya dilakukan…
Saya rasa sekarang ini, semua brand pesaing iPhone dan iPod sudah memasukkan faktor personality dari Steve Jobs ke dalam analisanya.
Hebat bukan Apple dan Steve Jobs?
Bravo!!!
MST
Belum Ada Tanggapan
Belum ada komentar.


